Selamat Datang di Blog saya!

Rabu, 08 September 2021

mangut lele

 ADA APA SIH DI BANTUL

cheetaalya-Bantul

Yogyakarta yang terkenal membumi dan akrab di hati selalu mengundang pelancong dari penjuru Nusantara untuk selalu kembali. Apalagi ditambah reputasi Kota Jogja yang kaya jajanan jalanan yang ringan di kantong, acara jalan-jalan makin asyik tentunya. Selain berwisata alam, kulineran enak juga harus dilakukan saat liburan ke Yogyakarta. Variannya banyak banget dengan rasa yang unik. Menurut http://food.detik.com Salah satu daerah di Jogja yaitu di Bantul, memiliki Legenda Kuliner dengan Mangut Lele dari Sewon Bantul

Mangut Lele Mbah Marto


Bantul - Mangut lele merupakan makanan sederhana. Namun, mbah Marto mengabdikan hidupnya lebih dari 60 tahun melestarikan sajian lele yang gurih sedap ini. Olahan lele dengan kuah santan berbumbu pedas jadi salah satu sajian khas di daerah sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah. Ada versi lele yang digoreng dan lele yang diasap. Menyebut mangut lele di kawasan Bantul, Yogyakarta tak bisa melewatkan Mbah Marto. 

Warung Mangut lele Mbah Marto terletak di Dusun Nggeneng, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul. Meski letaknya tak di daerah strategis tetapi kelezatan mangut lelenya membuat orang kembali menyinggahi warungnya. Jika Anda berkunjung ke Yogyakarta, jangan lupa makan di warung mangut lele Mbah Marto. Letaknya di belakang kampus Institut Seni Indonesia (ISI), lurus sedikit ada pertigaan, lurus mengikuti jalan. Tak perlu bingung, setelah masuk pertigaan akan ada petunjuk ke arah Warung Mangut Lele Mbah Marto.

Dengan harga Rp 25.000 per porsi, Anda sudah mendapatkan nasi, mangut lele, gudeg, tahu opor, telur gudeg, dan esteh. Cukup murah bukan? Makan enak, puas dan dengan harga terjangkau bikin orang selalu kangen kembali ke sini.

Jika anda pencinta gudeg saya mempunyai rekomendasi warung gudeg legend didaerah Jogja. KLIK DISINI


Nama        : Cheeta Alya Putri

Kelas         : XI BDP 1

No Absen : 11




























Rabu, 01 September 2021

WISATA KULINER INDONESIA

 Kangen Kulineran di Jogja

Kuliner Jogja - Gudeg Mbah Lindu (sejak 1940)


Konsistensi Mbah Lindu menjajakan gudeg puluhan tahun sejak zaman kolonial, membuat racikan gudegnya memang menjadi magnet para pecinta kuliner khas Jogja yang satu ini.

Matahari baru menyingsing, tapi Ibu Ratiah sudah mulai mempersiapkan lapak jualannya di Jl Sosrowijayan, Yogyakarta. Gudeg, krecek, ayam, telur, nasi, bubur dan lainnya dia hamparkan di kedai kecilnya, hasil olahan beliau bersama sang bunda, Mbah Lindu. Mbah Lindu sudah memasak dan menjajakan gudeg sejak usianya masih belasan di zaman kolonial Belanda, dan tidak pernah berhenti sampai di usia senjanya saat ini.Gudeg yang disajikan gudeg basah dengan cita rasa manis yang pas, dipadu dengan sambal krecek dengan cubitan rasa pedas. Ayam yang digunakan ayam pejantan dengan sentuhan bumbu senada yang meresap sampai ke tulang, memperkuat rasa gudeg yang sudah menggoda. Dulu gudeg ini disajikan dalam pincuk beralaskan daun pisang, tapi sekarang menggunakan piring rotang dengan tetap beralaskan daun pisang sehingga tidak perlu mencuci piring.


Nama        : Cheeta Alya Putri

Kelas         : XI BDP 1

No Absen : 11

mangut lele

 ADA APA SIH DI BANTUL cheetaalya-Bantul Yogyakarta yang terkenal membumi dan akrab di hati selalu mengundang pelancong dari penjuru Nusanta...

Teks Berjalan dengan warna latar belakang kuning